Saturday, July 4, 2009

Cerita Cinta

Oleh: Bolu

Saat berada di sampingnya aku sering mencuri-curi pandang ke arahnya. Rambutnya dipotong pendek dan dibentuk dengan model acak-acakan, tapi modis dan bergaya. Penampilannya yang tenang dan cool membuatku sering menahan napas kalau ada di dekatnya. Tidak mengerti mengapa selalu tertarik dengan mereka yang tidak bawel dan dapat mengendalikan diri.

Kalau ada kesempatan untuk menyentuhnya, aku akan melakukan sentuhan-sentuhan persahabatan yang tidak penting, yang oleh mata awam adalah kegiatan sepele. Tapi sentuhan semacam itu membuatku berdebar-debar.

Jika bisa punya waktu untuk dihabiskan bersamanya, dengan penuh semangat aku mengikutinya ke mana pun dia pergi. Menonton bioskop bersamanya. Jalan-jalan ke mal. Menemani minum cokelat kegemarannya.

Sejauh ini aku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya. Diam berarti emas, nggak tau siapa orang menyarankan itu. Aku tidak tahu merasa bodoh atau gembira, memikirkan bagaimana aku belum memberitahu apa yang kurasakan kepadanya.

Melihatnya membuatku berpikir tentang siapa aku, tentang hatiku, tentang (si)apa yang aku inginkan dalam hidup. Hanya menyebut namanya saja, jantungku berdebar-debar dengan kencang.

Danielle.

Anak baru. Baru saja sebulan datang, tapi rasanya aku sudah kena demam berkepanjangan. Nama itu tercecap dalam lidahku seperti permen mint yang lumer pelan-pelan. Mengalir masuk kerongkonganku. Meninggalkan rasa manis yang menimbulkan rasa ingin lagi dan lagi.

@Bolu, SepociKopi, 2009

1 comments:

Anonymous said...

wah sebulan ga ngeblog di camilan sudah ada kecengan baru nih..^^

welcome back bee

miss your stories, gmana lanjutan dengan pak tio nih ^^ *busybody mode on

-zoe-