Monday, July 6, 2009

Kamu Novelis Bukan?

Oleh: Donat

Saya berdiri kebingungan di depan perempuan yang terbaring di lantai. Suasana damai berubah gaduh. Beberapa pelayan yang bekerja di sana mengelilingi greeter tersebut, berusaha membangunkannya. Saya sendiri berdiri terpaku salah tingkah, tidak melakukan apa-apa karena terlalu kaget. Setelah beberapa saat, keadaan menjadi terkendali setelah pekerja yang perlahan siuman dipindahkan.

Efek pasca-pingsan itu membua kaki saya gemetaran. Debar jantung tidak berhenti menggila. Ada-ada saja! Saya bergerak masuk ke lounge, merasa aura percaya diri merosot tiga poin. Nah, itu dia. Seseorang melambai kepada saya sambil tersenyum. Saya mengangguk, bergerak ke meja yang terletak agak di tengah.

Wartawan itu bernama Siska. Di sebelahnya, tampak seorang lelaki yang sedang duduk dengan tenang dan diam. Lelaki itu adalah sahabat saya yang bekerja di bidang yang sama, seorang penulis skenario yang sangat terkenal dan saya kagumi. Namanya Hilman “Lupus” Hariwijaya. Kami langsung mengobrol dengan seru. Hilman yang dari sononya memang pendiam kebanyakan diam.

“Sudah berapa lama berkarir di bidang ini?”

“Sekitar tujuh tahun.”

“Enak ya jadi scriptwriter, Mbak?”

“Jelas enak kalau memberikan penghasilan yang makmur.”

“Apa Mbak hanya bekerja sebagai penulis skenario saja?”

Saya mengerutkan alis, merasa heran dengan pertanyaannya. “Maksudnya?”

“Tulisannya udah pernah diterbitkan belum? Kayak Mas Hilman nih, karya-karyanya sudah diterbitkan dan ditayangkan. Menjadi buku dan film, begitu maksudnya, Mbak.”

Saya terdiam. Kata-kata mendadak kocar-kacir di kepala. Bolehkah saya memberitahunya tentang keberhasilan saya menulis novel lesbian Club Camilan? Bahwa saya pun – bukan hanya menulis skenario – tapi juga menulis novel seperti Hilman? Saya ingin, tapi... Siska memandang saya sambil tersenyum, menunggu jawaban. Di sebelahnya, Hilman tidak berkata apa-apa tapi matanya lurus memandang saya. Gempa bumi berguncang di kursi yang saya duduki. Sepertinya, adegan mengagetkan greeter yang pingsan tadi terjadi (lagi) detik ini juga.

@Donat, SepociKopi, 2009

4 comments:

Sky said...

Dilema, ya...?
Yang di design cover club camilan nama pena juga? Kalau nama ali nanti si mbak-nya tahu sendiri, hehehe...

Anonymous said...

hahahhah,,, seru don,
jangan2 wrtwnnya itu fans kamu di camilan.. wakakkakaka..

Salam,
Arie

Anonymous said...

interview di majalah apa nih, ntar aq mau beli nih ^^

ga sabaran pengen baca bukunya juga

-zoe-

Anonymous said...

blog pribadinya juga sering di update dong mbak. jangan sebulan sekali.