Tuesday, July 7, 2009

Rancangan Rapi

Oleh: Bolu


Aku dan Pak Tio merahasiakan hubungan kami di kantor, tentunya. Paling tidak, belum ada pengumuman resmi. Belum saatnya. Urusan kantor bukanlah prioritas utama kami. Lagi pula apa sih yang bisa diberitahu kepada orang-orang kantor? Relationship macam apa yang kami punya? Tapi aku yakin, gosip akan menyebar sebentar lagi karena seringnya aku pulang diantar Pak Tio.

Pak Tio mengajakku sekali bertemu dengan keluarganya. Senyum dan banyak mengangguk. Bersikap ramah. Ibu Pak Tio sangat ramah, tidak sampai cerewet seperti tanteku sih. Dia kelihatan bahagia melihat Pak Tio membawa "teman" perempuan ke rumah. Kebahagiaan yang tulus dan tidak dibuat-buat. Aku bisa melihat binar harapan di matanya, dan pada saat yang sama binar itu juga membuatku membuang muka tak sanggup membuatnya kecewa.

Adegan aku ke rumah Pak Tio sudah dirancang dengan rapi. Pura-puranya aku datang tanpa sengaja. Pak Tio sudah pergi dari rumah lalu menjemputku untuk menghadiri dinner party klien kami. (Yang sebenarnya hanya karangan). Lalu Pak Tio dan aku kembali lagi ke rumahnya karena undangan yang harus dibawa tertinggal di rumah Pak Tio. Demi kesopanan aku harus masuk ke rumah dan bertemu dengan ibunya.

Rancangan adegan tersebut berjalan sukses, kata Pak Tio. Pulang dari "party" itu ibunya bertanya ini-itu kepada Pak Tio. Aku tidak bertanya apa "ini-itu"nya. Terlalu personal rasanya bertanya seperti itu.

Sementara aku sendiri sebulan terakhir ini nggak pernah mengajak Pak Tio masuk ke rumah. Kami juga jarang pergi. Kadang-kadang kuminta Pak Tio menjemputku di rumah pada weekend lalu meninggalkanku di mal untuk hang out bersama teman-temanku, kemudian dia akan mengantarku pulang nantinya.

What a boring life. Seringnya, namanya juga single, aku menghabiskan waktuku sendirian.

@Bolu, SepociKopi, 2009

2 comments:

Sky said...

Boring...? I thought you've found someone new...?

Anonymous said...

kalo boring mau aku temenin ^^ hehe..

-zoe-