Thursday, July 9, 2009

Tentang Amel

Oleh: Donat

Pulang dari wawancara, waktu telah mendekati Dzuhur. Kepala saya pusing, malas ke kantor. Keadaan di sana pasti kosong karena orang-orang telah pergi makan siang. Saya memutuskan pulang ke rumah dulu untuk makan siang bersama Amel.

Waktu saya pulang, rumah dalam keadaan sepi. Saya melewati ruang makan, memasuki dapur, dan terkejut melihat Amel sedang berdiri di tangga membongkar langit-langit dapur.

"Mel!" seru saya heran. "Sedang ngapain di sana?"

Amel menurunkan kepalanya sehingga rambutnya terayun-ayun ke bawah. "Mau pasang perangkap tikus, Mbak. Ada tikus gede di dapur. Hiiih!" Dia bergidik, lalu melanjutkan kesibukannya di atas.

Di dapur, justru saya yang panik. "Mel!" teriak saya lagi. "Hati-hati. Memangnya nggak bisa pasang perangkap di sini aja?"

"Otak tikus ini canggih, Mbak. Kalau perangkapnya cuma ditaruh di sana sih mendingan nggak usah sebab udah beberapa kali dia berhasil menghindar. Udah, biarin Amel pasang di sini aja. Ini perangkap baru ketiga yang Amel beli di pasar."

Amel mengangkat tubuhnya sehingga tangannya dapat mendorong perangkap tikus jauh ke balik eternit. Saya menahan napas. Amel terpeleset sedikit, tangga berderak kencang. Saya menjerit, buru-buru memegangi tangga agar tidak terjatuh ke lantai. Setelah selesai dengan tugasnya, Amel menuruni anak tangga satu per satu dengan hati-hati. Begitu menjejak lantai, dia menatap saya sambil nyengir lebar.

"Udah beres, Mbak." Dia mencubit lengan saya. "Mbak? Mbak? Jangan bengong begitu ah!"

"Bengong?!" tukas saya bersungut-sungut. "Tadi kalau kamu jatuh, aku bakalan marah-marah, nggak bakal ada rasa kasihan. Lain kali nggak usah melakukan aksi akrobat di rumah ini!"

"Ahh, Mbakku yang manis, jangan marah-marah, nanti nggak cakep lagi."

Saya melengos kesal. Amel bergelayut di pundak saya, bermanja-manja sambil berusaha menghibur. Saya memegangi tubuhnya agar kami tidak sama-sama terjatuh.

Oiya belum saya beritahu ya? Kaki Amel kecil sebelah. Dia kena polio sewaktu berusia tiga tahun.

@Donat, SepociKopi, 2009

1 comments:

Sky said...

Interesting...