Saturday, November 7, 2009

Sebelum Pesta

Oleh: Donat

Dari dulu para mantan saya tidak pernah datang ke acara yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Mulai dari pesta, syukuran, peluncuran film, konferensi pers, bahkan sampai malam anugerah/penghargaan resmi, saya tidak pernah datang menggandeng tangan seorang perempuan yang jadi pasangan saya. Saya dapat membagi dunia percintaan lesbian saya dengan pekerjaan yang strictly business dengan tegas.

Para mantan saya hanya sempat menjejakkan kaki di kantor saya, itu pun di ruang tunggu. Tidak pernah saya ajak mereka untuk masuk ke ruang kreatif, memperlihatkan ruang pertemuan, atau mengajak mereka duduk di ruang makan. Ketika Pak Bos menikahkan anak pertamanya di Bali, saya terbang ke Bali bersama mantan (dulu pacar saya) dan saya tinggalkan dia di hotel sementara saya menghadiri pesta resepsi mewah sendirian. Sejauh ini mantan-mantan saya tidak pernah mempeributkan mengapa mereka tidak dapat memasuki dunia kerja saya. Mungkin karena sudah jelas saya jelaskan di awal bahwa saya tidak ingin karier saya hancur hanya gara-gara ketahuan lesbian.

Tapi bersama Margareth berbeda...

"Lah, Pak Bos kan sudah tahu kamu lesbian, kenapa harus ditutup-tutupi lagi?"

Sejujurnya, saya tidak tahu persis apakah Pak Bos tahu saya lesbian.


"Ini kesempatan untuk mengecek air apakah suhunya bersahabat denganmu."

Sejujurnya, saya enggak mengerti secara persis metafora yang digunakan Margareth.


"Aku akan berdandan cantik deh, biar kamu nggak malu menggandengku."

Sejujurnya, saya enggak pernah malu menggandeng Margareth yang memang cantik tanpa perlu berdandan ekstra.

"Kamu enggak perlu menyebutku sebagai pacar. Kamu cuma..."

Shut up. Shut up. Saya mencium Margareth di bibir agar berhenti berbicara. Saya ingin punya waktu untuk berpikir. Masih ada 15 jam lagi untuk menentukan keputusan apakah saya akan membawa Margareth atau tidak. Ya, peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, tepat tiga jam sebelum mati listrik yang membuat sebagian Jakarta terjaga sampai pagi karena udara panas, termasuk saya yang tidak tidur sepanjang malam sampai jam lima subuh.

@Donat, SepociKopi, 2009

2 comments:

Anonymous said...

oohhh i can feel margareth's feeling.. well just bring her along with you.. please understand how much she wants to be admitted as ur girl.. she'll be nice there and u will never forget that moment.. trust me..

-syms-

Anonymous said...

just bring margareth with u, sister donn..
if u bring her, i'm sure margareth will appreciate it so much.

*dee